Tantangan Guru Penulis Sumenep (Gupens) 1


Tantangan Baru Guru Penulis Sumenep
Alhamdulillah, lima puisi rampung sehari, semoga bisa lebih konsisten , amiin

1. Pantai Pulau Putri 

Rinai gerimis menyambut pagi datang

Hembusan bayu bersama dingin menyusup iga

Mengusap punggung menusuk tulang

Memandang langit dari sudut teras

Menyibak mendung tebal kelabu menghitam

Bersekutu menggumpal berarak pelan


Resahku datang, gelisah pun hadir

Membuncah jiwa di awal Muharram

Pena biru goreskan kata mesra

Masih ada sebaris kalimat tersembunyi 

Di balik rinai hujan pagi ini


2. Tebing Karang Kahuripan 

Tebing karang Kahuripan tersimpan berjuta makna

Samudra lepas menghempas debur ombak

Bayu bersiul bagai nada seruling bama

Gemuruh membuncahkan jiwa

Getarkan raga, sedekapkan paksa

 

Karang Kahuripan kokoh perkasa

Selaksa warsa berlalu tiada tinggalkan cangga

Tak seorang pun warga dalam, menyambut molekmu

Para yuwana melanglang buana ke kota

Tinggalkan tebing karang bersenandung pilu



3. Taman Samudra

Berdesir bayu semilir menerpa anak pasir

Sayup-sayup tembang kinanti mengisi relung hati

Semburat lembayung senja, binarmu redup

Tampakkan elok kaki cakrawala walau sesaat

Semerbak wangi indahmu kan tercium anak negri


Pesamudra duduk termenung merakit asa

Merajut harapan bersama hati membaja

Biduk tertambat, rakit biarlah terikat

Pancangkan tiang menghunjam mencengkeram karang

Taman samudra kokoh berdiri memesona


4. Berita Laut

Ada karunia dari Sang Maha Karya

Tiada sama laut tawar segar sedap rasa

Laut asin membiru asin pahit rasanya

Kapal-kapal berlayar membelahnya

Alhamdulillah, daging segar atas karuniaNya

 

Firman adalah kalimat-kalimatNya

Andai pohon-pohon di mayapada menjadi penanya
Andaikan air laut dan tujuh laut menjadi tintanya

Hingga kering kerontang air  tinta,

Tiada mampu menulis habis kalimat Sang Maha Perkasa


5. Lereng Kaki Gunung 

Bagaikan kaki gunung menancap kuat

Lereng curam menyapa riak samudra
Pojok taman hiasi sengked menjulang
Elok tak terperi mematri hati penikmat negri

Keniscayaan di zaman teknologi informasi

Kepak sayap burung camar laut menuntut rasa

Sudut sengked agak landai, sejuk menyegarkan

Anggun berdiri .. berjajar .. bersahabat ..

Masjid, Gereja, Pura, Kelenteng, dan Kuil

Terawat terjaga sepanjang masa



Tidak ada komentar

Kami sangat berterima kasih, Anda telah berkenan meninggalkan komentar di sini

Diberdayakan oleh Blogger.