Peronda Malam

 


Dua warsa berlalu penuh suka cita

Sepanjang warsa, kala mentari tiba

Lima bintangmu menemani menjaga

Cokro si bocah nakal tetapi jenaka

Rambut ikal kulit hitam memesona

 

Kala malam beranjak keperaduan

Simbok siagakan segala alat keperluan

Pelukan lembut mesra tak terperikan

Ganti popok dan alas tidur bocah kolokan

Saat tengah malam dingin mencekam

 

Sepanjang malam Simbok beronda sendiri

Hadirkan jaga dan tepiskan kantuk silih berganti

Makna pengorbanan yang tiada henti

Senyum tersungging selalu bagai bidadari

Terdengar selalu lantunan doa dan senandung kinanti

 

Kumandang adzan subuh dari surau seberang

Hentikan tugas peronda malam menjelang pagi datang

Bergegas mengemas dagangan kayu bakar dari sebatang

Bara semangat menyelimuti kasih sayang

Semoga Allah limpahkan rezeki melimpah segudang

8 komentar:

  1. Amin2x yaa rabbal alamin Bapak,semangat untuk terus berkarya di masa pandemi ini pak.sehat sll,senang saya mengikuti blog cerita Bapak .semoga bermanfaat dan berguna untuk semua Bapak 😊🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, mengunjungi blog Panglima, memberi komentar adalah bagian merasa memiliki

      Hapus
  2. Karya Itu power, bermanfaat adalah aset jariyah setelah kita log out dari dunia fana ini.
    Lanjutkan karyamu...
    Semoga Allah selalu melindungi kita dalam keimananan... Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Saudara2ku
      Bersama kalian sungguh membahagiakan

      Hapus
  3. Benar² puitis karya pak Heru.
    Teruslah semangat berkarya.

    BalasHapus

Kami sangat berterima kasih, Anda telah berkenan meninggalkan komentar di sini

Diberdayakan oleh Blogger.