Peronda Malam
Dua warsa berlalu penuh suka cita
Sepanjang warsa, kala mentari tiba
Lima bintangmu menemani menjaga
Cokro si bocah nakal tetapi jenaka
Rambut ikal kulit hitam memesona
Kala malam beranjak keperaduan
Simbok siagakan segala alat keperluan
Pelukan lembut mesra tak terperikan
Ganti popok dan alas tidur bocah kolokan
Saat tengah malam dingin mencekam
Sepanjang malam Simbok beronda sendiri
Hadirkan jaga dan tepiskan kantuk silih berganti
Makna pengorbanan yang tiada henti
Senyum tersungging selalu bagai bidadari
Terdengar selalu lantunan doa dan senandung kinanti
Kumandang adzan subuh dari surau seberang
Hentikan tugas peronda malam menjelang pagi datang
Bergegas mengemas dagangan kayu bakar dari sebatang
Bara semangat menyelimuti kasih sayang

Amin2x yaa rabbal alamin Bapak,semangat untuk terus berkarya di masa pandemi ini pak.sehat sll,senang saya mengikuti blog cerita Bapak .semoga bermanfaat dan berguna untuk semua Bapak 😊🙏
BalasHapus💪
HapusTerima kasih, mengunjungi blog Panglima, memberi komentar adalah bagian merasa memiliki
HapusKarya Itu power, bermanfaat adalah aset jariyah setelah kita log out dari dunia fana ini.
BalasHapusLanjutkan karyamu...
Semoga Allah selalu melindungi kita dalam keimananan... Amin
👏💪🚀
HapusTerima kasih Saudara2ku
HapusBersama kalian sungguh membahagiakan
Benar² puitis karya pak Heru.
BalasHapusTeruslah semangat berkarya.
Trims, Bos,, ini baru coba-coba
Hapus